Defisit APBN Besar, Ekonom Ingatkan Risiko Program MBG

Defisit APBN Besar, Ekonom Ingatkan Risiko Program MBG-Poto ilustrasi-

 

 

 

Lebih lanjut ia menambahkan, tekanan terhadap APBN tercermin dari memburuknya keseimbangan primer yang mencapai minus Rp 180,7 triliun pada 2025, atau melonjak 285,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang masih di level minus Rp20,7 triliun.

 

Ini artinya, imbuh Nailul, pemerintah harus menambah utang lebih banyak untuk membayar bunga utang tahun berjalan. 

 

“Pengelolaan APBN 2025 dilakukan dengan metode warung, asal-asalan, dan tidak sustain," lanjutnya. 

Nailul juga mengingatkan, jika tren ini berlanjut, bukan hanya APBN yang tertekan, tetapi kepercayaan publik terhadap pemerintah juga berisiko semakin terkikis.

 

 

 

Di sisi lain, pemerintah tetap menunjukkan optimisme. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai alokasi besar untuk MBG justru membuka peluang ekonomi baru, terutama di tingkat akar rumput. 

"Kalau program ini meluncur di grassroots, tentu mempunyai efek terhadap pertumbuhan ekonomi," ucap Menko Airlangga.

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan