Defisit APBN Besar, Ekonom Ingatkan Risiko Program MBG
Defisit APBN Besar, Ekonom Ingatkan Risiko Program MBG-Poto ilustrasi-
RADAR BENGKULU, JAKARTA - Pembengkakan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 hingga Rp 695,1 triliun atau setara 2,92 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) memantik kritik tajam dari kalangan ekonom.
Seperti dikutip dari laman harian disway, sorotan utama mengarah pada keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kembali mendapat alokasi anggaran jumbo sebesar Rp 335 triliun pada 2026.
BACA JUGA:Akhirnya Marc Marquez Bongkar Kesepakatan Rahasia dengan Alex Marquez di MotoGP 2025
Sejumlah pengamat menilai lonjakan defisit ini tidak bisa dilepaskan dari kebijakan belanja pemerintah yang semakin ekspansif.
Seperti program MBG, meski diklaim strategis, dinilai berpotensi memperlebar tekanan fiskal jika tidak diiringi tata kelola keuangan yang ketat.
Ekonom sekaligus Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, menilai pemaksaan kelanjutan MBG dalam kondisi fiskal saat ini justru berisiko besar bagi ketahanan APBN.
Kalau seandainya dilakukan dengan manajemen keuangan seperti sekarang, program MBG meningkat menjadi Rp 335 triliun pada tahun depan.
“Itu akan menjadi penyebab runtuhnya kemampuan APBN untuk membiayai pembangunan nasional," tegas Nailul dikutip disway.id, Selasa, 13 Januari 2026.