Tujuh Cara Menyucikan Hati
Ustadz Ahmad Sidik, S.Mn--
Hingga suatu saat sepulang dari kebun itu beliau berjumpa dengan para sahabat yang berjalan bersamaan. Kemudian Sayyidina Umar bertanya: Dari manakah gerangan kalian berjalan bersama ? Para sahabat menjawab : Ini dari pulang berjamaah ashar. Kontan saja Sayyidina Umar berucap: Innalilahi wa inna ilaihi rajiun, jadi ini tadi habis jamaah ashar ? Mashaa Allah saksikanlah para sahabat, karena aku ketinggalan jamaah karena kebun kurma ini. Maka kebun ini aku wakafkan kepada fakir miskin.
Demikianlah selayaknya contoh yang harus kita teladani dalam hal penyesalan meninggalkan satu ibadah kebaikan. Bacaan taraji' yakni innalilahi wa inna ilaihi rajiun, sebenarnya merupakan ungkapan ketika seseorang mendapatkan cobaan dan musibah.
Jadi, suburnya kebun dan sumber air bagi Sayyidina Umar tidak lain hanyalah cobaan yang menimpa dirinya. Dan kalimat innalilahi wa inna ilaihi rajiun menunjukkan betapa penyesalan yang luar bisa dari beliau akibat ketinggalan shalat jamaah ashar.
Pertanyaannya, apakah demikian keadaan kita ? Pernahkan kita berucap innalilahi wa inna ilaihi rajiun ketika ketinggalan satu shalat jamaah ? Ada juga kita innalilahi wa inna ilaihi rajiun ketika gelas di tangan terjatuh, ketika makanan tertumpah dari tangan. Bukankah itu sama artinya kita lebih menghargai gelas dan maknan daripada shalat jamaah ?
Hadirian yang Berbahagia
2. Hati harus dicuci dengan taubat.
Taubat yang dimaksud adalah taubatan nashuha atau sungguh-sungguh dan bertekad tidak akan mengulanginya lagi. Jika perlu taubat itu disertai dengan puasa tiga hari sebagai bukti kesungguhan dan membiasakan shalat di malam hari.
3. Hati harus dicuci dengan meninggalkan cinta dunia atau tarku hubbid dunya.
Mengapa ? liannahu ra'su kulli khati'athin, karena cinta dunia mengakibatkan kesalahan. Mengapa menipu ? Karena hubbid dunya, orang akhirnya selingkuh. Karena hubbid dunya, tindakan berikutnya korupsi. Sekali lagi sebab utamanya karena hubbid dunya.
Hadirin yang Dirahmati Allah
4. Hati dicuci dengan menjauhkan diri dari suka kekuasaan atau hubbur riyasah.
Karena sesungguhnya kekuasaan sering menyibukkan manusia dan memalingkannya dari Allah Yang Maha Kuasa.
5. Hati harus dicuci dengan meninggalkan suka dipuji atau hubbul mahmadah.
Pujian seringkali menenggelamkan manusia dalam ke-Aku-annya yang mengakibatkan kesombongan yang luar biasa.
6. Baiknya hati dicuci dari dendam (tarkul hiqdi).