RADAR BENGKULU - Punya kolesterol tinggi waspada berujung serangan jantung.
Dalam momentum Hari Jantung Sedunia yang jatuh pada 29 September setiap tahunnya bukan sekadar peringatan simbolis, melainkan momentum untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan jantung.Tahun ini, perhatian tertuju pada masalah kolesterol tinggi yang ternyata masih menjadi ancaman serius di Indonesia.
Menurut data Kementerian Kesehatan RI, 1 dari 3 orang dewasa di Indonesia hidup dengan kolesterol tinggi, dan lebih dari setengahnya bahkan tidak menyadari kondisi tersebut karena tidak ada gejala yang terasa.
Inilah yang membuat kolesterol tinggi dijuluki silent killer, pembunuh diam-diam yang bisa memicu penyakit jantung, stroke, dan komplikasi lainnya tanpa tanda-tanda awal.
Penyebab Kolesterol
Selama ini banyak orang mengira kolesterol tinggi hanya menyerang orang lanjut usia.
Faktanya, gaya hidup modern membuat pekerja muda dengan aktivitas padat dan pola makan tidak seimbang justru rentan mengalami masalah ini.
Konsumsi gorengan, santan, daging berlemak, hingga makanan cepat saji yang berlebihan bisa meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.
BACA JUGA:Kemenkes Perkuat Kapasitas Radioterapi Kanker Serviks di Indonesia
BACA JUGA:Ini Dia Protein Nabati Terbaik Selain Tahu dan Tempe
Ditambah lagi dengan kebiasaan merokok, stres, serta kurang olahraga, risiko penyakit kardiovaskular semakin meningkat.
WHO menyebutkan bahwa menjaga kadar kolesterol tetap normal dapat mengurangi risiko penyakit jantung hingga 50%.
Artinya, perubahan kecil dalam gaya hidup sehari-hari bisa memberi dampak besar terhadap kualitas kesehatan di masa depan.
Gejala Kolesterol Tinggi
Salah satu tantangan terbesar dalam menghadapi kolesterol tinggi adalah gejala yang samar bahkan tidak ada sama sekali.