Meneladani Akhlak Nabi untuk Pembangunan Berkelanjutan

Dr. H. Abdul Qohar Ismail, MHI--

Disampaikan di : Masjid Raya Baitul Izzah, Jalan Raya Pembangunan Kelurahan Padang Harapan Kecamatan Ratu Agung Kota Bengkulu

Assalamu'alaikum wrwb.

Segala puji bagi Allah SWT kita memuji-Nya, memohon pertolongan-Nya, dan memohon ampunan-Nya. Kita berlindung kepada Allah SWT dari kejahatan jiwa kita dan keburukan amal kita.

Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad SAW, kepada keluargaNya, para sahabatNya yang mulia dan shalih, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan benar sampai hari kiamat. Dan semoga kita termasuk ummatnya yang mampu meneladani ahklahnya dengan sebaik baiknya, amiin

Wahai kaum Muslim, yang dirahmati Allah SWT. Mari kita sama- sama bertaqwa dengan menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangannya agar kita menjadi orang yang beruntung.

BACA JUGA:Taqwa Dalam Menjaga Integritas Diri di Era Digital

BACA JUGA:Tidur Membatalkan Wudhu? Simak Penjelasan Lengkapnya Menurut Islam

Allah SWT berfirman, artinya: Takutlah kepada Allah sebagaimana Dia harus ditakuti dan janganlah kamu mati kecuali sebagai Muslim. (Al Imran: 102). 

Untuk menjadi seorang muslim yang sesungguhnya harus meneladani Rasulullah SAW. Firman Allah SWT, artinya : {Sesungguhnya telah ada bagimu pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi siapa saja yang mengharap Allah dan Hari Akhir.} (Al Ahzab: 21)

Ibnu Katsir, menjelaskan bahwa: Ayat ini merupakan landasan yang kuat untuk mengikuti teladan Rasulullah, SAW dalam perkataan, tindakan, dan perilakunya. Dia adalah teladan ideal yang harus diikuti dan ditiru oleh setiap muslim. Segala yang dia katakan atau lakukan adalah contoh dan teladan. Beliau mengajak orang-orang untuk mengikuti Sunnah dan memperingatkan mereka agar tidak meninggalkannya, sebagaimana sabdanya yang artinya :

"Barangsiapa yang meninggalkan Sunnah-ku, maka dia bukan bagian dariku." (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Akhlak beliau adalah Al-Qur'an.Ketika ada perintahkan dalam Al-Qur'an. maka Beliau melaksanakannya, dan ketika  dilarang  maka Beliau meninggalkannya. Beliau sederhana dalam kehidupannya serta santun kepada siapapun dan dimanapun. Beliau tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, melainkan memaafkan dan memaafkan.

Shafiyyah binti Huyayy (ra) bersaksi: "Aku belum pernah melihat seorang pun yang lebih baik akhlaknya dari pada Rasulullah (SAW). Diriwayatkan oleh al-Tabarani.

Begitu juga Abu Hurairah ra berkata: Rasulullah  SAW bersabda artinya: "Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik." 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan