Gubernur Helmi Hasan Bawa “Kabar Baik” untuk Mahasiswa Pulau Enggano

Gubernur Helmi Hasan Bawa “Kabar Baik” untuk Mahasiswa Pulau Enggano--

RADAR BENGKULU – Senyum cerah menghiasi wajah puluhan siswa SMA, SMK, dan mahasiswa asal Pulau Enggano yang memenuhi Aula Merah Putih, Kantor Gubernur Bengkulu, Senin siang,11 Agustus 2025 . Hari itu, mereka datang bukan sekadar menghadiri undangan, melainkan menerima kabar yang sudah lama dinanti: bantuan biaya pendidikan dari Pemerintah Provinsi Bengkulu.

Di hadapan mereka, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan berdiri dengan sikap hangat. Satu per satu penerima bantuan maju ke depan, menerima langsung amplop simbolis dari sang gubernur. Bukan hanya uang yang mereka terima, tapi juga sebuah pesan penting: bahwa pemerintah daerah hadir untuk semua, tanpa memandang jarak, suku, atau latar belakang.

“Provinsi Bengkulu akan benar-benar menjadi provinsi yang penuh ketenangan dan harmoni. Tidak boleh ada yang merasa tertinggal,” tegas Helmi dalam sambutannya.

Pulau Enggano yang terletak di ujung barat daya Bengkulu, selama ini dikenal sebagai wilayah terluar dengan akses transportasi yang terbatas. Untuk menuju pulau ini, warga harus menempuh perjalanan laut atau udara yang tidak selalu berjalan lancar. Keterbatasan itu sering kali berimbas pada kualitas pendidikan, karena biaya dan akses menjadi kendala utama bagi pelajar dan mahasiswa.

BACA JUGA:Harga Sawit Bulan Agustus Naik Jadi Rp 3.198,35

BACA JUGA:Putri Bengkulu Siap Unjuk Pesona di Ajang Putri Pariwisata Nusantara 2025

Helmi menyadari persoalan ini. Karenanya, bantuan biaya pendidikan tersebut diharapkan bisa menjadi “angin segar” bagi anak-anak Enggano yang sedang menimba ilmu di luar pulau maupun di kampung halaman.

 

“Ini bukan sekadar bantuan materi. Ini adalah wujud komitmen kita untuk memastikan pendidikan di Enggano setara dengan wilayah lain di Bengkulu,” ujarnya.

 

Tak hanya bicara soal pendidikan, Helmi juga membawa kabar baik terkait transportasi udara ke Pulau Enggano. Frekuensi penerbangan pesawat kini resmi ditingkatkan menjadi empat kali seminggu dari sebelumnya hanya dua kali. Perubahan ini disambut tepuk tangan meriah dari hadirin.

 

“Kami tahu betapa pentingnya transportasi bagi masyarakat Enggano. Apalagi untuk pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Semoga dengan tambahan jadwal penerbangan ini, pergerakan warga semakin lancar,” kata Helmi.

Salah satu penerima bantuan, Andi Saputra, mahasiswa semester lima asal Desa Malakoni, mengaku bersyukur. Selama ini, biaya kuliah menjadi beban tersendiri bagi keluarganya yang berprofesi sebagai nelayan. “Kalau tidak ada bantuan ini, saya mungkin harus bekerja sambilan lebih lama untuk membayar uang kuliah,” ujarnya dengan mata berbinar.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan