Ekonomi Lesu, Suharto Desak Pemerintah Bergerak Cepat

Tanda-tanda lesunya ekonomi daerah makin terasa. Mulai dari pedagang kaki lima hingga pemilik toko besar, semuanya mengeluhkan satu hal yang sama-Ist-

 

RADAR BENGKULU – Tanda-tanda lesunya ekonomi daerah makin terasa. Mulai dari pedagang kaki lima hingga pemilik toko besar, semuanya mengeluhkan satu hal yang sama: pendapatan menurun drastis. Hal itu diungkapkan langsung oleh Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, HM. Suharto, SE, MBA.

Melalui kunjungan dan dialog langsung dengan warga, Suharto mengaku menyerap banyak keluhan soal kondisi ekonomi yang makin sulit. Dalam setahun terakhir, kata dia, geliat usaha di berbagai sektor terlihat melemah, bahkan di titik paling bawah rantai ekonomi.

“Dari penjual bakso, toko bangunan, pedagang ponsel, hingga Toko Toko Indonesia—semuanya bilang omset mereka turun. Dan ini bukan kasus satu dua, tapi hampir merata di semua kecamatan yang kami datangi,” ujar Suharto.

Lesunya Transaksi Jadi Sinyal Bahaya

Politisi Partai Gerindra ini mengaku prihatin dengan tren penurunan daya beli masyarakat. Ia menilai kondisi ini menjadi sinyal bahaya bagi perekonomian lokal, terutama sektor usaha kecil dan menengah yang selama ini menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi daerah.

BACA JUGA:Kabar Gembira! Tarif Pajak Kendaraan Bakal Turun, DPRD Bengkulu Dorong Kebijakan Pro-Rakyat

“Daya beli masyarakat yang menurun menyebabkan transaksi melambat. Ketika perputaran uang mandek, maka ekonomi secara keseluruhan akan ikut tersendat. Ini harus segera ditanggapi oleh pemerintah,” tegasnya.

 

Menurut Suharto, salah satu penyebab utamanya adalah belum optimalnya program pemulihan ekonomi pascapandemi serta kurangnya langkah konkret dari pemerintah dalam menyentuh langsung sektor riil.

 

Jangan Cuma Bagi-Bagi Bantuan Tunai

Lebih lanjut, Suharto menekankan bahwa pemulihan ekonomi tidak cukup hanya dengan bagi-bagi bantuan tunai. Ia mendorong pemerintah hadir dengan solusi yang lebih struktural dan berkelanjutan, termasuk melalui insentif bagi UMKM, kemudahan perizinan usaha, hingga pelatihan peningkatan kapasitas pelaku usaha.

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan