Polres BS Terus Gelar Razia Senjata Tajam, Ini Tujuannya
Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Awilzan, S.IK, MH--
RADAR BENGKULU, MANNA - Polres Bengkulu Selatan rutin menggelar razia senjata tajam, salah satu alasannya karena ada kejadian berdarah hingga merenggut nyawa orang yang terjadi di Bengkulu Selatan.
Polres Bengkulu Selatan dan seluruh jajaran Polsek bakal rutin gelar razia senjata tajam (sajam). Agar nantinya kejadian serupa tidak terjadi kembali,mengingat sajam ini saat berbahaya saat digunakan pada kondisi yang kurang tepat.Yang mana akhirnya berakibat vatal serta merugikan diri sendiri dan orang lain.
Dari kejadian bebepaa waktu yang lalu di Kecamatan Seginim,ada salah satu warga Aziz Mutaqin (20) warga Desa Pajar Bulan Kecamatan Seginim.Yang meninggal karena terkena 14 tikaman Sajam,menjadi perhatian kusus pihak.Kepolisian.
Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Awilzan, S.IK, MH melalui Kapolsek Seginim Iptu Priyanto, SH menegaskan, bawahnya sajam menjadi salah satu sumber masalah.
BACA JUGA:Penerimaan CASN dan PPPK di Bengkulu Selatan Dipercepat
BACA JUGA:Pemimpin Bekerja Untuk Masyarakat, Wabup BS Perbaiki Jembatan Tanjung Menang
Sajam banyak disalahgunakan oleh masyarakat untuk hal negatif.Aparat kepolisian tegas melarang masyarakat membawa sajam saat berada di tengah-tengah keramaian atau lingkungan masyarakat.
"Kecuali untuk pergi ke sawah, kebun dan hal penting lainnya. Masyarakat dilarang membawa atau menggunakan senjata tajam secara sembarangan.Sebenarnya, bukan sajam yang salah, tapi orang yang menggunakan sajam itu. Karena membawa sajam ke mana-mana, takutnya tidak dapat mengontrol emosi lalu berkelahi dan terjadi hal yang tidak diinginkan," ungkap Priyanto saat ditemui di Polsek Seginim Senin(07/04).
Priyanto menambahkan, dengan adanya kejadian pembunuhan menggunakan sajam di Kecamatan Seginim beberapa hari terakhir, dirinya memastikan anak buahnya memperketat razia sajam di tengah masyarakat.Anggota Polsek melalui para Bhabinkamtibmas akan gencar melakukan sosialisasi ke desa-desa meminimalisir penggunaan sajam yang tidak penting.
"Terutama anak - anak muda, akalnya belum panjang kita harap tidak perlu membawa sajam saat pergi-pergi ke luar rumah,selain itu sebagai orang tua kita harus teta mengawasi anak - anak kita kemanapun mereka pergi,jangan sampai hal seperti itu merusak masa depannya sendiri,"pesan Priyanto.
Selain itu Kasat Reskrim BS Iptu Muhamad Akhyar Anugerah, SH, MH juga memastikan, memperketat pengawasan sajam di wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan terutama, di wilayah Kecamatan Kota Manna dan Pasar Manna. Sebab, dua kecamatan ini sering dijadikan tempat berkumpul anak-anak muda dari berbagai kecamatan.
"Untuk memastikan hal tersebut kita akan lakukan patroli rutin,serta melakukan pengawasan kepada setiap tempat - tempat anak muda nongkrong,jangan sampai membawa sajam pada saat berkumpul.Hal ini kita lakukan agar tidak terjadi hal - hal yang tidak diinginkan,"pungkas Akhyar.