Dewa Ngluyur

Senin 16 Jun 2025 - 22:19 WIB
Reporter : Tim redaksi
Editor : Azmaliar

Ketika Soedomo, ketua pengurus sementara, minta agar beberapa tanah yang masih atas nama Tjong Ping segera dibalik nama menjadi atas nama kelenteng, ia pun langsung tanda tangan. Tidak sedikit pun ada gejala ia ingin mempertahankannya.

 

"Coba saja saya terpilih kembali jadi anggota DPRD, saya tidak ingin jadi ketua kelenteng," katanya.

 

"Kenapa tidak terpilih lagi?"

 

"Saya kalah uang. Semua main uang," katanya.

 

"Kenapa tidak ikut main uang?"

 

"Saya tidak punya uang. Mobil saya saja hanya Innova tahun 2009," katanya.

 

Tjong Ping merasa politik telah menyakitkan hidupnya. Ia pun berhenti dari partai PDI-Perjuangan. Besarnya cintanya kepada partai tidak sebanding dengan besarnya cinta partai kepadanya. Itu menurutnya.

Sebelum masuk politik, Tjong Ping seorang pengusaha sukses. Ia berhasil di bisnis hasil bumi. Armada truknya 50 buah. Ia masuk politik karena ''jatuh cinta'' kepada Megawati Soekarnoputri.  Tidak ada orang yang seberani Mega melawan Orde Baru, Soeharto, dan Golkar. Itu anggapannya.

Di era 1998-an, Tjong Ping membuat patung banteng terbesar di Indonesia. Bisa diarak ke mana-mana. Ia kerahkan tujuh orang untuk membuat kerangka banteng. Mereka kerja siang-malam. Seminggu penuh.

Kerangka banteng itu terbuat dari bambu. Tingginya sembilan meter. Kulitnya terbuat dari kertas bekas kantong semen. Kertas itu direndam di cairan semen. Lalu dibalutkan ke kerangka bambu. Setelah kering dicat warna hitam.

Kategori :

Terkait

Selasa 20 Jan 2026 - 21:07 WIB

Point 100

Sabtu 10 Jan 2026 - 20:34 WIB

Carter 747

Rabu 07 Jan 2026 - 19:05 WIB

Timtim Maduro

Selasa 06 Jan 2026 - 23:21 WIB

Gagal Sukses

Senin 05 Jan 2026 - 19:57 WIB

Jane Moses