Orang Tua Jadi Pilar Penting dalam Pengasuhan Anak Menuju Indonesia Emas 2045

Orang Tua Jadi Pilar Penting dalam Pengasuhan Anak Menuju Indonesia Emas 2045-Ist-

 

RADAR BENGKULU, SURABAYA - Kehadiran orang tua dalam kehidupan anak-anak menjadi pembahasan penting dalam Seminar Parenting bersama Nala & Parents di RS Kemenkes Surabaya pada Sabtu, 28 Februari 2026. Tidak kurang dari 100 orang mengikuti event di Auditorium Heritage Gedung A mulai pukul 15.30 WIB itu.

Seperti dikutip dari laman harian disway, acara dibuka oleh dr. Nur Hidayati Azhar, Sp.A dan dr. Ronny Richardo, Sp.B. Mereka menghadirkan dua narasumber ahli, dr. Nata Kharimantara Nakamura, Sp.BTKV dan Dra. Astrid Regina Sapiie, M. Psi, T., Psikolog.

BACA JUGA:Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Tidak Kurangi Pagu Kementerian Lain

Dalam seminar itu, tidak hanya membahas soal prestasi dan tumbuh kembang anak, tetapi lebih menekankan pentingnya kehadiran orang tua dalam proses pengasuhan.

Dalam sambutannya, Plh. Direktur Utama RS Kemenkes Surabaya, dr. Martha Muliana Lumogom Siahaan, S.H., MARS, M.H.Kes menyinggung tentang Indonesia Emas 2045. “Sejak dini, anak-anak ini harus distimulasi dan disiapkan dengan baik,” paparnya terkait Indonesia Emas 2045. Masa depan Indonesia, menurut dia, ada di pundak anak-anak.

Dalam kesempatan itu, penyelenggara menghadirkan Hafla Naladhipa Fiandjaya atau Nala bersama kedua orang tuanya. Mereka berbagi tentang pola asuh yang diterapkan sehari-hari. Orang tua Nala menegaskan bahwa kehadiran mereka sangat berperan terhadap proses tumbuh kembang sang buah hati. Kunci utamanya adalah waktu dan pendampingan.

“Parenting itu seperti riset. Kita observasi dulu, lihat polanya, baru beri stimulasi yang tepat,” kata ayah Nala, Ridwan Sonjaya.

Sang ibu, Shofiatu Rahmah Sugis, mengatakan bahwa kualitas waktu yang mereka berikan kepada Nala jauh lebih penting daripada kuantitasnya.  

“Walau hanya satu jam, tapi energinya harus penuh. Jangan sampai anak hanya dapat sisa energi kita,” kata perempuan berjilbab itu.

Apa yang diterapkan orang tua Nala itu diapresiasi para narasumer. Astrid bahkan menambahkan bahwa kehadiran orang tua sudah dimulai sejak anak berada dalam kandungan. Sentuhan dan ajakan berbicara adalah bentuk stimulasi awal. Setelah lahir, anak lantas dikenalkan pada berbagai hal, tetapi tetap dengan pendampingan.

“Anak itu individu yang harus dihargai. Orang tua bukan pengatur segalanya, tapi teman belajar. Kolaborasi ayah dan ibu juga penting,” terang Astrid.

Sementara itu, Nata mengatakan bahwa olahraga juga penting. Lewat olahraga, orang tua bisa menanamkan nilai proses dan upaya sejak dini. “Anak perlu merasakan proses berusaha, gagal, lalu mencoba lagi. Dari situ muncul mental yang kuat,” terangnya. Nilai itu juga penting sebagai dasar saat anak-anak mulai berkompetisi dengan teman-temannya.

Nata mengimbau para orang tua mendampingi utra-putrinya ikut lomba atau kegiatan yang kompetitif. Itu berguna untuk melatih skill bertahan hidup sehingga dalam pertumbuhannya menjadi individu dewasa, anak bisa mandiri.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan