Belah Tiga
Belah Tiga-Ist-
Awalnya Kanada tidak percaya Amerika bisa berubah sikap pada Kanada. Dua negara itu sudah ibarat pinang terbelah dua yang sudah dilem lagi. Di antara dua negara itu orang dan barang saling wirawiri hampir tanpa batas.
Kanada pun masih tidak langsung percaya Amerika benar-benar berubah sikap. Kanada tidak mau terlalu bereaksi atas sikap baru Amerika. Ia tunggu kebenaran sejatinya. Delapan bulan lamanya Kanada menunggu: jangan-jangan Amerika masih bisa diajak berunding.
Leyen hati saya tergetar: tatanan lama dunia sudah bubar. Padahal tatanan baru belum mewujud.
Presiden Donald Trump kehilangan pamor di Forum Davos kali ini. Para pemimpin bisnis dunia antre ingin bertemu Carney. Trump diabaikan.
Memang akhirnya terbukti: Amerika kalah dalam globalisasi. Tapi tanpa globalisasi belum tentu juga Amerika lebih baik dari sekarang.
Kejayaan itu bertahan sejak Amerika meninggalkan emas. Amerika menggantikan emas dengan dolarnya. Dunia pun terjebak ke dalam dolar Amerika.
Dari Forum Davos Anda bisa ambil kesimpulan: kini dunia terbelah menjadi tiga blok --Amerika, Tiongkok-Rusia, dan Uni Eropa.
Amerika Latin jadi rebutan tiga-tiganya. Venezuela dan Argentina kelihatannya ikut Amerika. Brasil, Peru, ikut Tiongkok. Kanada ikut Eropa.
Indonesia disebut sekali dalam pidato Ursula von der Leyen --sudah menandatangani perdagangan bebas dengan Eropa. Pun beberapa negara Amerika Latin. Juga Thailand dan Malaysia. "Minggu depan dengan India," katanyi.
"Eropa perlu negara-negara itu. Negara-negara itu juga perlu Eropa," ujar Leyen.
Di mana posisi Singapura? Selama ini di blok Amerika. Di peta dunia yang baru Singapura bisa terkucil dari lingkungannya.
Tidak menyangka dunia berubah secepat ini. Biarlah. Tidak apa-apa. Apa boleh buat. Kita harus mulai siap dengan hidup baru. Yang penting jangan perang. (Dahl
an Iskan)