Manfaatkan Dana Banpol, DPC Hanura Mukomuko Perkuat Kader Lewat Pendidikan Politik

Manfaatkan Dana Banpol, DPC Hanura Mukomuko Perkuat Kader Lewat Pendidikan Politik--

RADAR BENGKULU, MUKOMUKO – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kabupaten Mukomuko memanfaatkan Dana Bantuan Keuangan Partai Politik (Banpol) untuk menggelar pendidikan politik bagi ratusan kader, Kamis, 25 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas kader sekaligus bentuk pertanggungjawaban partai terhadap penggunaan dana publik.

Ketua DPC Hanura Mukomuko, Novri Ardiantasari, SE, mengatakan bahwa pemanfaatan dana Banpol telah diatur secara jelas, yakni 60 persen untuk pendidikan politik dan 40 persen untuk operasional partai. Oleh karena itu, Hanura Mukomuko secara konsisten mengalokasikan porsi terbesar dana tersebut untuk peningkatan kualitas sumber daya kader.

“Pemanfaatan dana bantuan keuangan partai politik sudah diatur dengan jelas. Enam puluh persen wajib digunakan untuk pendidikan politik dan Hanura telah melaksanakan kewajiban itu,” ujar Novri.

Pendidikan politik yang digelar mengusung tema “Penguatan Kapasitas Kader Kecamatan Partai Hanura Kabupaten Mukomuko”. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 240 hingga 250 kader, mulai dari tingkat ranting, Pengurus Anak Cabang (PAC), hingga pengurus DPC.

BACA JUGA:Warga Tebat Rapak Syukuri Jalan Baru, Wali Kota Bengkulu Ungkap Dilema “Jalur Gaza”

BACA JUGA:Lagi, Pemkab Mukomuko Raih Predikat Informatif Dalam Anugerah Keterbukaan Informasi Publik

Pelaksanaan pendidikan politik berlangsung sehari semalam dan dipusatkan di Aula Hotel Abyan Mukomuko. Untuk efektivitas materi, kegiatan dibagi ke dalam tiga sesi (season), dengan masing-masing sesi diikuti sekitar 80 kader.

Dalam rangka meningkatkan kualitas materi, DPC Hanura Mukomuko menghadirkan narasumber berkompeten di bidang kepemiluan dan hukum politik. Materi teknis kepemiluan disampaikan oleh Komisioner KPU Mukomuko Divisi Teknis, Deny Setiabudi. Sementara materi hukum dan kebijakan politik disampaikan oleh Amrozi dan Dedi dari Asosiasi Pendidikan Politik dan Kebijakan Publik (APPKP), yang merupakan mantan penyelenggara Pemilu berpengalaman.

Novri yang juga merupakan anggota DPRD Provinsi Bengkulu menegaskan bahwa pendidikan politik sangat penting agar kader partai memahami kaidah, etika, dan aturan berpolitik yang baik dan santun, tidak hanya saat Pemilu, tetapi juga dalam kehidupan demokrasi sehari-hari.

“Perjuangan partai politik tidak berhenti saat Pemilu. Justru setelah Pemilu, tanggung jawab partai semakin berat, yakni menyerap aspirasi masyarakat dan memperjuangkannya agar diakomodir oleh pemerintah,” tegasnya.

Ia berharap kader Hanura mampu menjadi jembatan aspirasi rakyat, sehingga kehadiran partai benar-benar memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kader Hanura harus menjadi penyambung suara rakyat. Dengan begitu, Hanura dapat memberikan kontribusi besar bagi pembangunan daerah yang berlandaskan hati nurani rakyat,” paparnya.

Lebih lanjut, Novri menyampaikan bahwa pendidikan politik ini juga menjadi bagian dari kaderisasi dan peningkatan kapasitas anggota. Dengan bekal pengetahuan dan pemahaman politik yang matang, kader Hanura diharapkan siap apabila suatu saat dipercaya rakyat untuk duduk di lembaga legislatif maupun jabatan publik lainnya.

“Pengurus DPC bertanggung jawab menyiapkan kader yang berpihak kepada hati nurani rakyat. Apalagi daerah telah memberikan dukungan keuangan melalui Banpol. Karena itu, pendidikan politik akan menjadi agenda rutin Partai Hanura setiap tahun,” pungkas Novri.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan