Wakil Ketua MPR RI Desak BGN Evaluasi Seluruh Proses Tata Kelola MBG

Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid--

RADAR BENGKULU, JAKARTA  – Insiden tragis kecelakaan mobil operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menabrak puluhan siswa dan guru di SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, mendapat sorotan keras dari pimpinan lembaga tinggi negara.

Seperti dikutip dari laman disway.id, Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW), secara tegas mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh tata kelola program MBG. Itu mulai dari rekrutmen petugas hingga prosedur distribusi.

Kata HNW, evaluasi juga perlu dilakukan terhadap pengelola dapur dan yayasan. Bukan terbatas pada tata kelola distribusi MBG, termasuk kondisi kendaraan dan kompetensi pengemudi.

“Evaluasi harus sampai pada tata kelola distribusi MBG, termasuk mobil dan sopir yang mengantarkan makanan. Agar tak terulang kasus kelalaian gara-gara sopir pengganti yang berakhir menjadi musibah,” ujarnya.

BACA JUGA:Mahfud MD Sebut Perpol 10/2025 Langgar UU Polri dan UU ASN

BACA JUGA:Kemenag Beri Bimtek Pengelolaan Dana Bantuan Pesantren di Perbatasan

HNW menyatakan keprihatinannya yang mendalam atas kelalaian yang kembali terjadi dalam pelaksanaan program pemerintah, mengingat insiden serupa, seperti kasus keracunan makanan, juga pernah terjadi sebelumnya.

"Kami juga mendoakan agar para siswa korban benar-benar dilayani dengan yang terbaik dan segera sembuh. Semoga murid-murid, baik di SDN Kalibaru 01 maupun di sekolah-sekolah lain yang mengetahui kejadian ini, tidak menjadi trauma dengan program MBG,” katanya.

 

Cegah Kelalaian

HNW menggarisbawahi pentingnya evaluasi tidak hanya pada pengelola dapur, tetapi juga pada aspek teknis distribusi. Ia menyoroti masalah yang diduga menjadi pemicu kecelakaan, yaitu digunakannya sopir pengganti yang kurang berpengalaman.

"Komitmen Kepala BGN untuk evaluasi menyeluruh itu patut didukung. Karenanya, harus betul-betul diwujudkan dan dikerjakan dengan serius, jujur, dan profesional," kata HNW dalam keterangannya di Jakarta, Minggu 13 Desember 2025.

"Agar tak terulang kasus kelalaian gara-gara sopir pengganti yang berujung menjadi musibah," tambahnya.

Insiden pada Kamis 11 Desember 2025 itu terjadi ketika mobil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang membawa paket MBG nyelonong dan menabrak kerumunan siswa yang sedang berbaris di halaman sekolah.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan