BSI Maslahat Raih Penghargaan Gold di GENTING Collaboration Summit 2025
BSI Maslahat Raih Penghargaan Gold di GENTING Collaboration Summit 2025--
Tegaskan Komitmen Cegah Stunting di Indonesia
RADAR BENGKULU, Jakarta, 12 Desember 2025 — BSI Maslahat bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) kembali menorehkan prestasi dengan meraih Penghargaan Gold sebagai Mitra Pentahelix dalam Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). Penghargaan tersebut diberikan pada ajang GENTING Collaboration Summit 2025 yang mengusung tema “Sinergi untuk Negeri, Wujudkan Indonesia Bebas Stunting” di JS Luwansa Hotel Jakarta, Rabu (10/12).
Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga), Dr. Wihaji, kepada Direktur Sales & Distribution BSI Maslahat, Nasrudin. Apresiasi ini menjadi bukti kontribusi nyata BSI Maslahat dalam mendukung percepatan penurunan stunting secara nasional melalui kolaborasi lintas sektor.
GENTING Capai 1,5 Juta Penerima Manfaat
Dalam sambutannya, Menteri Wihaji menyampaikan bahwa program GENTING memberikan dampak besar bagi peningkatan kualitas keluarga sebagai unit terkecil dalam pembangunan nasional.
“Selama satu tahun pelaksanaannya, GENTING telah menyelamatkan 1,5 juta warga negara kita. Jika ingin memperbaiki suatu negara, maka perbaiki dahulu keluarganya,” ujar Wihaji.
BACA JUGA:Sepakat, Kemenag Lakukan Percepatan Penyaluran Beasiswa 2025
BACA JUGA:115 Mahasiswa Prodi Sendratasik UNP Kuliah Lapangan Dramaturgi di Kota Bengkulu
Berdasarkan data Quick Win GENTING per 4 Desember 2025, capaian sasaran program telah mencapai 158,37%, dengan total penerima manfaat mencapai 1,5 juta jiwa. Jumlah Orang Tua Asuh (OTA) mencapai 301.407 mitra yang berasal dari kementerian/lembaga, pemda, BUMN/BUMD, dunia usaha, kampus, organisasi masyarakat, komunitas, hingga media.
BSI Maslahat Fokus di Yogyakarta dan Sragen
Sebagai Orang Tua Asuh GENTING, BSI Maslahat memfokuskan penyaluran manfaat di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kabupaten Sragen. Pemilihan lokasi didasarkan pada karakteristik wilayah Yogyakarta sebagai provinsi dengan persentase penduduk Muslim terbesar kedua di Indonesia, yakni 97,2%, setelah Bengkulu.
Di Kabupaten Sragen dan Yogyakarta, BSI Maslahat menyalurkan:
Bantuan paket makanan bergizi selama 6 bulan untuk baduta dan ibu hamil dari keluarga berisiko stunting.
Fasilitas sanitasi dan air bersih (MCK) khusus di wilayah DIY.