Bengkulu Selatan Gelar Rakor Tingkat Pimpinan HLM TAPD, Ini Tujuannya
Bupati Bengkulu Selatan H.Rifai Tajuddin,S.Sos bersama Wakil Bupati Yevri Sudianto pimpin Rakor tingkat pimpinan (Hight Level Meeting) Tim pengendalian inflasi darah (TPID)--
RADAR BENGKULU, MANNA - Pemda Bengkulu Selatan menggelar rapat koordinasi tingkat pimpinan (Hight Level Meeting/HLM) Tim pengendalian inflasi daerah (TPID) Kabupaten Bengkulu Selatan Semester II Tahun 2025.
Pelaksanaan Rakor HLM merupakan langkah strategis kendalikan Inflasi,yang mana TPID sering dihadapkan pada dilema antara ketersediaan bahan pangan dan harga. Apalagi saat ini kondisi ekonomi global mengalami perlambatan, dengan prakiraan pertumbuhan yang lebih rendah dari rata-rata historis akibat ketegangan perdagangan, inflasi, dan dampak konflik geopolitik.
Rapat strategis ini turut dihadiri Deputi Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu, Unsur Forkopimda Bengkulu Selatan, Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Bengkulu, PJ Sekretaris Daerah, Kepala BPS, Kepala KPPN, serta para tamu undangan lainnya.
Bupati Bengkulu Selatan, H. Rifai Tajudin,S.Sos.menegaskan pentingnya sinergi seluruh stakeholder dalam menjaga stabilitas harga di daerah. Selain itu tugas dan fungsi TPID dalam memonitor dan menganalisis pergerakan harga di pasar, serta melakukan tindakan - tindakan preventif dan korektif untuk mengendalikan inflasi.
BACA JUGA:Sudah Ada Kemajuan, Bupati BS Tinjau Pembangunan Jembatan Sekunyit Kecil
BACA JUGA:UPZ Kemenag BS Gelar Rakor Evaluasi Pengolahan ZIS ASN dan Rencana 2026
"Inflasi ini bukan sekadar angka. Ini menyangkut keseimbangan ekonomi dan daya beli masyarakat. Mudah-mudahan kegiatan kita hari ini berjalan lancar. Kita coba mengidentifikasi potensi tekanan inflasi menjelang Natal dan Tahun Baru agar dapat kita antisipasi sejak dini," ujar Rifai di ruang Sekretariat Pemerintah Daerah Rabu (03/12).
Kegiatan rakor sangat penting dilakukan guna membahas perumusan langkah-langkah strategis dalam mengendalikan harga dan memastikan ketersediaan stok komoditas, serta memonitoring dan mengevaluasi pelaksanaannya.
Sesuai dengan Roadmap Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) 2025-2027 yang merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi daerah melalui prinsip 4K. Yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
"Untuk menekan inflasi kita juga menerima bantuan berupa satu unit mesin packaging dan dua unit mesin penggiling padi dari Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu. Bantuan ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung upaya pengendalian inflasi di Bengkulu Selatan,"pungkas Rifai.