DPPKBP3A BS Laksnakan Gebyar Minilokarya Stunting
DPPKBP3A BS Laksnakan Gebyar Minilokarya Stunting--
RADAR BENGKULU, MANNA – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (PPKBP3A) Bengkulu Selatan melaksanakan kegiatan pekan pendampingan keluarga berisiko Stunting.
Kegiatan terpadu ini dilakukan oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) untuk memberikan edukasi, konseling, dan bantuan kepada keluarga dengan faktor risiko stunting,dengan melakukan gebyar Minilokarya Stunting.
Kepala DPPKBP3A Bengkulu Selatan Ferry Kusnadi, SE,menyampaikan dengan gebyar Minilokarya Stunting untuk membahas, mengevaluasi, dan menyusun rencana aksi guna mempercepat penurunan stunting di tingkat kecamatan, melibatkan berbagai pemangku kepentingan seperti tenaga kesehatan, PKK, PLKB, dan tokoh masyarakat untuk mengidentifikasi masalah, berbagi solusi, serta memperkuat komitmen kolaboratif.
Seperti calon pengantin, ibu hamil, ibu nifas, dan balita 0-59 bulan. Tujuannya adalah mendeteksi dini faktor risiko, melakukan upaya pencegahan, serta meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan dan gizi agar stunting dapat dihindari dan anak dapat tumbuh optimal.
"Kegiatan ini kita lakukan bertujuan untuk memberikan penguatan sekaligus sosialisasi pelaksanaan pekan pendampingan keluarga berisiko Stunting di tingkat kecamatan. Pelaksanaan minilokarya dilakukan secara serentak melalui metode luring maupun daring sehingga dapat diikuti oleh seluruh wilayah yang ditunjuk,"papar Ferry di ruang IT Dinas Kominfo Bengkulu Selatan Senin(29/09).
BACA JUGA:Dandim Cek Dapur MBG SPPG Untuk Pastikan SPPG Beroperasi Sesuai SOP
BACA JUGA:142 Desa Bengkulu Selatan, Belum Ada Yang Mengajukan APBDes Perubahan
Untuk Bengkulu Selatan, terdapat tiga kecamatan yang ditetapkan sebagai lokasi pelaksanaan Gebyar Minilokarya Stunting, yakni Kecamatan Kota Manna, Kecamatan Manna, Kecamatan Seginim, dan Kecamatan Pino Raya. Empat kecamatan ini menjadi pionir dalam upaya memperkuat peran tim pendamping keluarga dalam percepatan penurunan stunting.
Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat dicapai beberapa hasil penting, antara lain,laporan pelaksanaan pendampingan keluarga berisiko stunting.Verifikasi dan validasi data kasus stunting serta keluarga berisiko stunting.Penyusunan daftar rencana kerja dan target yang akan dilaksanakan dalam rangka pengawalan serta evaluasi pendampingan keluarga, termasuk pembinaan tim pendamping keluarga dan kader lainnya.
"Kegiatan ini merupakan momentum penting untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam penanganan stunting.Untuk kita perlu memastikan pendampingan berjalan efektif, data yang digunakan valid, serta rencana kerja yang disusun dapat diimplementasikan secara nyata di lapangan. Dengan kebersamaan, target penurunan stunting di Bengkulu Selatan dapat tercapai,”pungkas Ferry.