Kemdikdasmen Dituding Setarakan Bimbel di Sidney dengan SMK
Kemdikdasmen Dituding Setarakan Bimbel di Sidney dengan SMK--
RADAR BENGKULU - Menyoal tentang SMA Wapres Gibran Rakabuming Raka tidak henti-hentinya bersoal beberapa hari terakhir.
Kali ini, Pakar Digital Forensik, Rismon Hashiolan Sianipar mengatakan keputusan Kementerian Pendidikan, khususnya Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen), ngawur.
Alasannya, karena menyetarakan bimbingan belajar (bimbel) di Sidney setara dengan SMK.
"Kemendikdasmen ngawurrr! bimbel di Sidney setara SMK!," ujar Rismon di X @SianiparRismon (21/9/2025) dilansir dari Fajar.co.id.
Rismon bahkan menegaskan bahwa putra sulung mantan presiden Jokowi itu sebaiknya mundur akibat polemik tersebut. "Gibran harus mundur," cetusnya.
BACA JUGA:BSI Fasilitasi Mahasiswa Unggulan Daerah Masuk Kampus Top Indonesia
BACA JUGA:PAUD Masuk Wajib Belajar 13 Tahun, Otak Anak Lebih Siap Sebelum Masuk SD
Unggahan itu langsung menuai perhatian publik dan banjir komentar dari netizen.
Seorang warganet dengan nama akun @Abang meminta agar persoalan ini ditelusuri lebih jauh ke Australia, untuk memastikan status lembaga tersebut.
“Lebih baik gercep ke Aussie bang cari info dan bukti valid apakah emang bimbel tersebut digunakan oleh dan negara lain untuk penyetaraan high school atau bukan. Kalau bukan, maka terbukti emang gak tamat SMA/SMK,” tulisnya.
Sementara akun @Om Nug hanya menanggapi singkat dengan menyindir latar belakang pendidikan Gibran.
Bisa-bisanya… Cuma tamat SMP,” tulisnya disertai gambar karikatur Gibran.
Ada juga akun @BantengDotID yang menilai penyetaraan itu tidak masuk akal.
Ada juga akun @BantengDotID yang menilai penyetaraan itu tidak masuk akal.