Tarmizi: Polemik SPMB di SMAN 5 Bengkulu Ini Ulah Oknum yang Tidak Bertanggungjawab

Polemik SPMB di SMAN 5 Bengkulu Ini Ulah Oknum yang Tidak Bertanggungjawab-Dok RBO-

 

RADAR BENGKULU - Kuasa Hukum SMA negeri 5 Kota Bengkulu, Ahmad Tarmizi Gumay menyayangkan persoalan SPMB di SMA negeri 5 sudah berkembang diluar permasalahan yang sesungguhnya.

Padahal kata Tarmizi persoalan ini sejatinya bisa diselesaikan dengan cepat jika masing-masing pihak mengikuti aturan yang ada.

"Penerimaan siswa baru di SMA negeri 5 sudah sesuai aturan: jalur prestasi, afirmasi, mutasi, dan domisili. Namun ada oknum yang memanfaatkan proses penerimaan siswa baru demi keuntungan pribadi," tegasnya.

BACA JUGA:Dandim Ajak Ormas, LSM dan Wartawan Satu Visi Misi Untuk Membangun Seluma

"Jadi kronologisnya ketika jumlah siswa per kelas sudah pas, namun oknum ini secara sepihak menambah siswa tanpa sepengetahuan kepsek dan ketua panitia penerimaan seleksi. Kepsek sempat sakit saat proses seleksi, sehingga tidak memantau langsung. Setelah cek ulang, ternyata banyak kelas kelebihan siswa,” kata Tarmizi.

 

Dilanjutkan bahwa pihak sekolah sudah menyarankan orang tua untuk memindahkan anak mereka ke sekolah lain, ini demi masa depan anak tersebut. Kata Tarmizi jikapun mereka mengaku sudah daftar secara resmi, mana buktinya? Kemana orang tua daftar? Sebab di panitia tidak ada.

 

. “Di luar 36 siswa yang masuk Dapodik, pihak sekolah tidak bisa apa-apa. Sebab Kalau tidak masuk Dapodik, pihak sekolah tidak bisa memberikan NISN, anak anak itu juga tidak bisa ikut ujian nasional, tidak dapat dana BOS, dan sebagainya. Sekolah tidak bisa melanggar aturan yang ada," tegas Tarmizi.

 

“Pada saat pengumuman resmi ditutup, kuota di tiap kelas sudah penuh, rata-rata 36 siswa per kelas. Kami sudah menolak calon siswa yang datang setelah tanggal tersebut karena mereka yang diluar 36 itu tidak masuk dapodik,” ujarnya. 

 

Namun, lanjutnya, beberapa orang tua yang anaknya ditolak tetap bersikeras ingin memasukkan anak mereka ke SMAN 5. Tanpa sepengetahuan kepala sekolah, sejumlah siswa ternyata tetap melakukan upaya sendiri.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan