Pembangunan Meningkat, Usulan Masyarakat Membangun Jembatan di Kebun Tebeng Dikabulkan
Pembangunan Meningkat, Usulan Masyarakat Membangun Jembatan di Kebun Tebeng Dikabulkan--
RADAR BENGKULU – Bengkulu saat ini sedang giat-giatnya membangun dan terus berbenah. Baik itu pembangunan infrastruktur yang semakin hari semakin digenjot agar tepat waktu, banyak jalan perumahan yang dihotmix, drainase yang diperbaiki, hingga lampu jalan dan lainnya.
Kota Bengkulu saat ini di bawah pimpinan Dedy-Ronny sedang mengejar agar Kota Bengkulu tidak tertinggal dari kota-kota besar lainnya. Baik dari segi infrastruktur maupun dari segi "Nama" yang mana notabenenya sebelumnya Bengkulu orang banyak tidak tahu, dan hari ini Bengkulu sudah mulai dikenal.
Terbaru, pemerintah kota melalui Dinas PUPR akan membangun jembatan di kawasan jalan merapi raya, tepatnya di perairan sebelah Dealer Yamaha di Tebeng. Pembangunan ini merupakan tindaklanjut usulan dari masyarakat. Karena disinyalir ada masalah pada perairan tersebut, sehingga diwaktu hujan banjir sering melanda.
Kepala Dinas PUPR Kota Bengkulu, Noprisman membenarkan hal tersebut. “Iya, kondisi sekarang itu ada tiang tengah di bawah jalan tersebut. Ini disinyalir jadi penyebab banjir karena kerap terjadi penyumbatan. Maka dari itu, akan kita bongkar dan dibangun jembatan,” jelas Noprisman.
BACA JUGA:Kantor Dinkes Kota dan Rumah Kontraktor Digeledah Kejari Bengkulu Usut Labkesda
BACA JUGA:Wawali Memastikan Pemkot Bengkulu Komitmen Optimalisasi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Bagi Pekerja
Terkait pembangunan ini, PUPR juga sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dalam upaya pengalihan arus lalu lintas.
“Kita sudah berkoordinasi dengan Satlantas. Kemudian, imbauan berupa flyer juga kita sebarkan melalui media sosial (medsos),” tuturnya.
Selain itu, pihaknya juga telah koordinasi dengan seluruh RT, RW dan Lurah setempat. “Semua unsur pemerintah mulai dari tingkat RT juga telah mensosialisasikannya,” imbuhnya.
Pengerjaan ini kurang lebih memakan waktu 4 bulan hingga selesai, atau rampung akhir Desember 2025. Oleh karena itu, Noprisman meminta maaf atas ketidaknyamanan selama pengerjaan jembatan berlangsung.
Intinya, pembangunan ini sebagai upaya pemerintah menanggulangi banjir di wilayah tersebut dan pengerjaan ini juga merupakan tindak lanjut usulan masyarakat.