Helmi Hasan: Harga Tidak Boleh Jadi Momok Bagi Rakyat

Helmi Hasan: Harga Tidak Boleh Jadi Momok Bagi Rakyat--

RADAR BENGKULU – Halaman kantor Kecamatan Muara Bangkahulu tampak penuh sesak Sabtu pagi, 30 Agustus 2025. Ratusan warga berdesakan, menenteng kantong belanja, sebagian bahkan rela mengantre sejak matahari belum meninggi. Mereka datang bukan untuk acara hajatan atau festival, melainkan demi satu hal: mendapatkan bahan pangan murah. 

Pemerintah bersama stakeholder terkait menggelar Gerakan Pangan Murah Serentak se-Indonesia yang dipusatkan di kantor-kantor kecamatan se-Provinsi Bengkulu. Program ini menjadi bagian dari agenda nasional untuk menahan laju kenaikan harga kebutuhan pokok, sekaligus memberikan ruang napas bagi masyarakat yang kian tertekan akibat harga barang yang merangkak naik.

Berbagai komoditas tersedia. Dari beras, gula pasir, minyak goreng, mi instan, telur ayam, bawang merah, bawang putih, hingga kebutuhan dapur lain. 

Harga yang dipatok pun jauh lebih rendah dibanding pasar tradisional. Tak heran, antusiasme warga begitu tinggi.

BACA JUGA:Pemprov Bengkulu Evaluasi ASN, 18 Persen Dinilai Belum Pahami Tupoksi

BACA JUGA:Dugaan Skandal Fasilitas Kredit, Negara Rugi Rp 58 Miliar: Kejati Tetapkan Tsk Ke 6, Petinggi Perbankan

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan yang hadir langsung meninjau stand pasar murah menegaskan, program ini bukan sekadar rutinitas. Ia menyebut, pasar murah merupakan bagian dari Program Bantu Rakyat yang bertujuan memastikan masyarakat tetap bisa mengakses bahan pangan dengan harga terjangkau.

“Stok yang tersedia cukup banyak. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir kehabisan. Selain di kantor kecamatan, kegiatan ini juga digelar serentak di setiap Polsek,” ujar Helmi.

Pernyataan ini jelas menyasar keresahan warga. Belakangan, harga beras dan minyak goreng di pasaran terus merangkak naik. Bagi keluarga kecil, lonjakan harga menjadi beban tambahan yang sulit dihindari. 

Kehadiran pasar murah seperti oase di tengah padang harga yang gersang.

Bagi Gubernur Helmi Hasan, isu pangan adalah hal serius. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh membiarkan masyarakat tercekik oleh harga. “Harga bahan pokok tidak boleh jadi momok bagi rakyat. Pemerintah hadir untuk memastikan semua orang bisa makan dengan layak,” ujarnya tegas.

Ia mencontohkan, dalam kondisi apapun, masyarakat tidak boleh kehilangan akses terhadap pangan. “Kalau rakyat susah beli beras, susah beli minyak goreng, maka pembangunan kehilangan maknanya. Maka, program seperti ini akan terus digalakkan,” tambahnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan