Gempala Sukses Besar, Beginilah Kira-Kira Program Genambah
Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi--
RADAR BENGKULU - Setelah sukses Gerakan Menanam 10.000 Kelapa ( Gempala), kini kita lanjutkan Gerakan Menanam Buah (Genambah). Buah apa saja. Yang penting menghasilkan. Bisa dimanfaatkan. Dan bisa dimakan. Mulai dari segala jenis mangga, jambu, nangka, rambutan, sawo, jeruk, anggur, apel, durian. Atau umur tanamannya muda seperti jagung, timun, pepaya dll. Yang pasti, memanfaatkan halaman atau tanah kosong. Kedepan, semua halaman kantor, sekolah, lahan kosong kita arahkan untuk menanam segala jenis buah-buahan. Beberapa Camat saat ini sudah mulai menanam lahan kosong di kantornya. Seperti Kantor Camat Selebar, Singaran Pati.
Walikota juga sudah kerjasama dengan Kementerian Agama. Di Kota Bengkulu, jika ada warga yang akan menikah wajib menanam pohon buah. Terserah dia mau menanam di mana. Bisa di rumahnya atau di tanah kosong/lahan tidur. Tanaman buah ini juga akan menjadi saksi hidup rumah tangga mereka. Kelak ketika pohon ditanam berbuah, maka akan jadi cerita indah anak cucunya.
"Pohon mangga itu ditanam waktu ayah menikah. Walikota zaman itu mewajibkan yang menikah harus menanam buah," ujar Walikota Bengkulu, Dr Dedy Wahyudi SE MM.
BACA JUGA:Kemenag Siap Sukseskan Dua Program Walikota Bengkulu
BACA JUGA:Walikota Akan Adakan Lomba Konten Video dan Foto Pariwisata Bengkulu
Di agama mana pun pasti diajarkan kita harus melestarikan alam. Rasulullah bersabda ;
"Tidaklah seorang muslim menanam tanaman, lalu tanaman itu dimakan burung, manusia, atau binatang, melainkan itu menjadi sedekah baginya," hadis riwayat Bukhari dan Muslim.
Ciri Khas Kelurahan, kita akan meminta pakar pertanian untuk melakukan riset singkat. Untuk merekomendasikan kelurahan sesuai dengan potensi dan jenis tanahnya, kandungan humus cocok ditanam jenis tanaman apa. Misal, kelurahan yang berada di pesisir pantai cocok tanaman apa. Kemudian kelurahan yang banyak air seperti di Rawa Makmur cocok jenis apa.
"Kalau saya tanya Mbah Google, untuk lahan pesisir (seperti Berkas, Lempuing, Malabero, Bajak, Pasar Bengkulu) cocok untuk tanaman kelapa, semangka, melon, belimbing, jeruk, buah naga, kelengkeng dll," ujar Dedy .
"Sedangkan untuk lahan rawa adalah nangka, durian, nanas, cempedak dll. Artinya, untuk daerah Rawa Makmur, Sawah Lebar, Tanjung Agung direkomendasi tanaman ini. Sehingga nantinya, masing-masing kelurahan punya kekhasan tersendiri," tambahnya.
Inilah yang dikenal Satu Kelurahan Satu Produk (One Village One Product - OVOP). Pendekatan pengembangan ekonomi lokal yang fokus pada satu produk unggulan unik yang memanfaatkan potensi sumber daya dan kearifan lokal. Khususnya di bidang pertanian. Tentu bidang ekonomi beda lagi.
Aksi ini akan melibatkan seluruh warga Kota. Sehingga ke depan Kota Bengkulu banjir buah. Jika buahnya manis dan berlebih, bisa dijual dan meningkatkan ekonomi keluarga.