Pemprov Bengkulu Tingkatkan Investasi Lewat BLINC 2.0, Targetkan Rp 10,3 Triliun

Pemprov Bengkulu Tingkatkan Investasi Lewat BLINC 2.0--

RADAR BENGKULU – Pemerintah Provinsi Bengkulu kembali menegaskan keseriusannya dalam membuka pintu lebar-lebar bagi arus investasi. Melalui gelaran Bencoolen Investment Challenge (BLINC) 2.0 Tahun 2025, Pemprov bertekad menjadikan Bengkulu sebagai destinasi baru yang ramah bagi para investor.

Acara ini berlangsung Selasa (19/8) di Hotel Two K Azanah, Kota Bengkulu, dan resmi dibuka oleh Asisten II Setda Provinsi Bengkulu, R.A. Denni. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan Leaders Speech Kurasi Proyek Investasi, sebuah forum yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan lembaga keuangan.

Dengan mengusung tema “Penguatan Ekosistem Investasi Daerah melalui Kurasi Proyek Investasi Potensial”, BLINC 2.0 diharapkan menjadi katalisator untuk mencapai target investasi daerah tahun ini yang dipatok sebesar Rp10,3 triliun.

Dalam pidatonya, Denni menekankan pentingnya membangun fondasi iklim investasi yang kuat, bukan sekadar menarik investor sesaat. “Marilah kita perkuat investasi, khususnya di Provinsi Bengkulu, demi kemajuan dan kesejahteraan bersama,” seru Denni penuh semangat.

BACA JUGA:Paskibraka Bengkulu Terima Reward Satu Orang Rp 3 Juta

BACA JUGA:Provinsi Bengkulu Kehilangan Potensi Miliaran Rupiah, DPRD Desak Pemda Serius Garap Sektor Perikanan

Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak bisa lagi hanya bertumpu pada dana APBD maupun APBN. “Investasi adalah mesin penggerak ekonomi. Jika arus investasi lancar, lapangan kerja terbuka, pendapatan masyarakat naik, dan pada akhirnya kesejahteraan meningkat,” tambahnya.

Denni juga menyoroti pentingnya sinergi antarpihak. Mulai dari pemerintah daerah yang harus menyiapkan regulasi ramah investor, pelaku usaha yang berani menanam modal, hingga masyarakat yang mendukung setiap program pembangunan.

Nada optimistis juga datang dari Kepala Bank Indonesia Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat. Ia menilai momentum BLINC 2.0 sangat tepat untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah.

“Pembentukan tim percepatan ekonomi di seluruh daerah itu kunci. Dengan begitu, proyek investasi tidak hanya berhenti di atas kertas, tapi bisa terealisasi dan berdampak nyata,” ujarnya.

Wahyu bahkan mengaitkan upaya penguatan investasi di Bengkulu dengan cita-cita besar Indonesia. Ia percaya, jika daerah-daerah bisa mengelola investasi dengan baik, target menjadikan Indonesia sebagai negara berpendapatan tinggi pada tahun 2045 bukan sekadar mimpi. “Semua dimulai dari daerah. Bengkulu harus ambil bagian,” katanya.

Salah satu yang menjadi sorotan dari BLINC 2.0 adalah proses kurasi proyek investasi potensial. Tidak semua ide bisa langsung ditawarkan kepada investor. Ada proses penyaringan ketat agar proyek yang dipromosikan benar-benar layak, berkelanjutan, dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Pemprov Bengkulu ingin memastikan bahwa investasi yang masuk bukan hanya sekadar besar dalam nilai rupiah, tetapi juga punya dampak sosial, membuka lapangan kerja, menjaga lingkungan, serta sejalan dengan kebutuhan pembangunan daerah.

BACA JUGA:Kasus DBD di Provinsi Bengkulu Tembus 1.214 Orang, Musim Hujan Jadi Pemicu Utama

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan