Benarkah Tujuan Program Gempala Hanya Mengejar Rekor MURI??

Benarkah Tujuan Program Gempala Hanya Mengejar Rekor MURI??-Poto ilustrasi-

 

radarbengkulu - Gerakan Menanam Sepuluh Ribu Pohon Kelapa atau disingkat GEMPALA yang di inisiasi langsung oleh Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi menjadi tanda tanya besar berbagai kalangan??.

Lantaran program GEMPALA yang dipusatkan di kawasan Pantai Panjang tersebut memiliki lahan kosong yang sangat terbatas, sebagaimana diketahui luas Pantai Panjang itu hanya sekitar 84 hektar, dengan garis pantai sepanjang 7 kilometer.

Terlebih lagi program GEMPALA juga telah digadang-gadangkan akan mengejar rekor MURI (Musem Rekor Dunia Indonesia), lantaran di klaim bahwa kawasan Pantai Panjang akan ditanam sebanyak 10 ribu lebih pohon kelapa, tentu bila itu nantinya terwujud maka akan bisa memecahkan rekor MURI pertamakalinya.

BACA JUGA:Pemda Bengkulu Selatan Siap Jalankan Instruksi Presiden, Ini Isinya

Hitungan target mengejar Rekor MURI itu bukan tanpa dasar, lantaran jumlah ASN Pemkot Bengkulu ada sekitar 7 ribuan yang informasinya telah diwajibkan untuk membeli bibit pohon Kelapa yang bebas dibeli dimanapun agar bisa ikut berpartisipasi menanam, ditambah lagi sejumlah ribuan masyarakat Bengkulu yang juga akan terlibat menyukseskan program GEMPALA dengan melakukan penanaman serentak.

Untuk mengetahui berapa batang bibit batang pohon kelapa perhektar bisa ditanam di kawasan Pantai Panjang??.

Maka hitungan penulis bisa bagi jumlah batang bibit dengan luas hektar. Jadi 10.000 batang bibit dibagi dengan 84 hektar, maka hasilnya adalah sekitar 119 perbatang. 

Kesimpulannya luas 84 hektar itu bila lahan kosong, maka bisa menanam 119 perbatang per hektar, sementara di kawasan Pantai Panjang lahannya sudah cukup padat terdapat pohon cemara, bangunan warung dan lapak pedagang yang berdiri diatas lahan kawasan Pantai.

Bila benar jika tujuan program GEMPALA hanya mengejar rekor MURI, kita melihatnya hal itu kurang tepat, karena rekor MURI seharusnya menjadi tujuan akhir dari sebuah pencapaian yang lebih besar, bukan menjadi satu-satunya motivasi. 

Sebagaimana diketahui jika Rekor MURI adalah bentuk pengakuan atau "legasi" atas sebuah pencapaian, bukan tujuan itu sendiri. Dan jika MURI menjadi satu-satunya target, maka tujuan yang lebih mendasar seperti memberikan kontribusi positif, menggerakkan banyak orang, atau memajukan daerah bisa terabaikan dari tujuan awal program GEMPALA yang telah dicanangkan memiliki banyak manfaat, baik secara ekologis, estetika, maupun ekonomi.

Selain itu yang perlu menjadi perhatian pemimpin daerah dizaman efisiensi anggaran saat ini semua dalam kondisi serba sulit, masyarakat sangat membutuhkan kebutuhan bahan pokok, dan adanya lapangan pekerjaan ketimbang aksi seremoni pejabat semata.

Sebab bayangkan bila satu bibit pohon kelapa muda itu seharga Rp. 30 ribu sampai Rp. 50 ribu di kalikan 10 ribu batang saja sudah menghabiskan biaya kisaran sebesar Rp. 300 juta sampai Rp. 500 juta untuk pembelian bibit pohon kelapa saja.

Hitungan itu belum ditambah biaya lainnya seperti upah tanam, pupuk maupun biaya operasional seremoni kegiatan aksi GEMPALA. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan