Istiqamah Mengerjakan Kebaikan di Sisa Usia Yang Sangat Terbatas
Ustadz Ahmad Sidik, S.Mn--
Khatib : Ustadz Ahmad Sidik, S.Mn
Disampaikan di : Masjid Nurul Yaqin, Jalan Setia Negara Kelurahan Kandang Mas, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah.
Mengawali khutbah dari mimbar yang mulia ini, khatib mengajak seluruh hadirin sekalian, terutama diri khatib sendiri agar selalu menjaga dan meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Ta'ala dengan menjalankan setiap perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Dengan takwa, kita berharap mendapat kemudahan pada setiap langkah kehidupan yang kita lalui.
Sebagaimana Allah Ta'ala berfirman yang artinya, "Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia menjadikan kemudahan baginya dalam urusannya." (QS.At-Thalaq Ayat 4)
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah.
Setiap hal yang ada didunia ini memiliki batas. Begitu juga dengan umur kita. Umur merupakan modal pokok bagi seorang muslim. Umur adalah karunia Allah Ta'ala yang patut kita syukuri dan kita gunakan dalam kebaikan. Dengan mensyukuri umur dengan berbuat kebaikan kita semua bisa menjadi manusia terbaik.
BACA JUGA:Taqwa Dalam Menjaga Integritas Diri di Era Digital
BACA JUGA:3 Penyakit Qolbu
Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi yang artinya, “Dalam riwayat Imam at-Tirmidzi, dari Rasulullah SAW bahwa ia pernah ditanya, siapakah paling baiknya manusia ?
Nabi menjawab, ’'orang yang dikaruniai umur panjang dan baik amal perbuatannya.''
Lalu ditanyakan lagi, Dan siapakah paling jeleknya manusia ? Nabi menjawab, ’'orang yang panjang umurnya dan buruk amal perbuatannya.’”
Hadits ini menegaskan pentingnya seorang muslim untuk bersungguh-sungguh mengisi umurnya dengan kebaikan. Dengan kebaikan itulah diharapkan seorang muslim mendapat rahmat dari Allah.
Sebagaimana firman-Nya yang artinya, ”Sungguh rahmat Allah dekat dengan orang orang yang berbuat kebaikan.”(QS. Al A'raf : 56)