3,3 Juta Anak Indonesia Terjerat Narkoba

Komjen Pol. Marthinus Hukom menjelaskan bahwa terjeratnya anak-anak dalam pusaran narkoba memiliki dampak multidimensional yang sangat merusak-Istimewa---

RADAR BENGKULU, JAKARTA -- Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali mengungkap data terbaru yang memprihatinkan mengenai tingginya angka penyalahgunaan narkoba di Indonesia.

Seperti dikutip dari laman disway.id, dalam keterangan pers, BNN mengungkapkan bahwa sebanyak 3,3 juta anak Indonesia telah terjerat narkoba, sebuah angka yang menunjukkan tingkat kerentanan generasi muda terhadap bahaya barang haram tersebut.

Kepala BNN, Komjen Pol. Marthinus Hukom, menegaskan bahwa angka tersebut bukan sekadar data semata, melainkan cerminan nyata dari fenomena sosial yang mengancam ketahanan dan masa depan bangsa.  

"Sebanyak 3,3 juta anak manusia Indonesia tercengkeram dan terjerat narkoba. Ini bukan hanya soal angka, tapi sebuah pasar potensial yang dimanfaatkan oleh sindikat kejahatan,” ungkap  Marthinus kepada awak media, Rabu 9 Juli 2025.

BACA JUGA:Mata Uang Kripto Mendalam: Bitcoin, Ethereum, dan Mata Uang Digital Lainnya yang Menyita Perhatian Dunia

BACA JUGA:Siapa Saja Penerima Aliran Duit Rekrutmen PHL di PDAM Kota Bengkulu

Sedangkan data 3,3 juta anak ini mencakup rentang usia dari remaja hingga usia di bawah 18 tahun, yang menunjukkan bahwa target jaringan narkoba tidak lagi hanya menyasar orang dewasa, melainkan juga merambah ke kalangan usia yang sangat muda.

Mereka terjerat dalam berbagai bentuk, mulai dari coba-coba, penggunaan rekreasional, hingga ketergantungan.

Ancaman Serius bagi Masa Depan Bangsa

Komjen Pol. Marthinus Hukom menjelaskan bahwa terjeratnya anak-anak dalam pusaran narkoba memiliki dampak multidimensional yang sangat merusak.

Secara individu, mereka akan menghadapi masalah kesehatan serius, gangguan perkembangan mental dan emosional, serta terhambatnya pendidikan. Dalam jangka panjang, ini akan mengancam kualitas sumber daya manusia Indonesia dan menghambat pembangunan nasional.

"Sebanyak 52 persen penghuni Lapas kita adalah penyalahguna narkoba. Negara membiayai kejahatan, sementara masyarakat menghabiskan uangnya untuk sesuatu yang sia-sia," lanjutnya.

BACA JUGA:3 Faktor Mobil Second Nissan Juke jadi Buruan, Cek Harganya

Marthinus lebih lanjut mengungkapkan bahwa sekitar 90 persen pasokan narkoba yang masuk ke Indonesia diselundupkan lewat jalur pantai dan salah satu titik rawan yang paling disorot adalah kawasan selatan Jawa Barat.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan