Serangan Amerika ke 3 Fasilitas Nuklir Iran Gagal
Pernyataan Donald Trump yang menyebutkan bahwa telah menghancurkan 3 fasilitas nuklir Iran tampaknya terbantahkan. -dok disway---
RADAR BENGKULU, JAKARTA – Pernyataan Donald Trump yang menyebutkan bahwa telah menghancurkan 3 fasilitas nuklir Iran tampaknya terbantahkan. Pasalnya melalui Organisasi Energi Atom Iran - AEOI, Iran akui serangan Amerika ke 3 fasilitas nukril gagal dan hanya merusak bagian luar saja.
Seperti dikutip dari laman disway.id, hal tersebut disampaikan AEOI setelah Trump yang merupakan Presiden Amerika mengumumkan jika pihaknya telah berhasil menyerang dan menghancurkan fasilitas nuklir Iran pada Minggu, 22 Juni malam. AEOI juga menyampaikan bahwa serangan Amerika adalah tindakan ilegal dan akan segera mengambil tindakan hukum atas tindakan tersebut.
Di samping itu, pihak Iran juga menyampaikan bahwa tidak ada bahaya bagi warganya yang berada di sekitar fasilitas nuklir yang disebutkan oleh Amerika.
Untuk fasilitas nuklir Fordow yang berada di Provinsi Qom menurut Markas Besar Manajemen Krisis, serangan Amerika tidak menimbulkan bahaya bagi warga sekitar. Sedangkan AEOI menyampaikan, meskipun Trump mengklaim telah menyerang fasilitas nuklir Iran, namun Amerika tidak memiliki bukti apapun terkait kehancuran yang ditimbukan.
BACA JUGA:Wagub Mian Dorong Sekolah Lahirkan Terobosan, Mutu Pendidikan di Bengkulu Harus Naik Kelas
BACA JUGA:Timnas Indonesia Diuntungkan Skandal Timur Tengah
Sedangkan Trump dengan sesumbar menyampaikan bahwa 3 fasilitas nuklir Iran di antaranya Fordow, Natanz, dan Esfahan telah berhasil dihancurkan.
Media Iran menyampaikan bahwa serangan Amerika tersebut berhasil digagalkan oleh sistem pertahanan Iran. “Sistem pertahanan udara di sekitar tiga situs nuklir bawah tanah diaktifkan dan serangan berhasil digagalkan, kecuali kerusakan eksterior kecil,” tulisnya.
Selain itu juga menuliskan jika ketiga lokasi tersebut telah lama dievakuasi dan tidak ada risiko sama sekali. Tidak hanya itu, media setempat juga melaporkan jika warga sekitar mengakui jika tidak merasakan tanda-tanda ledakan besar setelah serangan Amerika di Fordow.
"Kondisi di area tersebut sepenuhnya normal," kata kantor berita tersebut.
"Rincian lebih lanjut tentang insiden tersebut akan dilaporkan oleh para ahli resmi,” tambahnya.
BACA JUGA:Jelang Liga, Persija Jakarta Umumkan Revolusi Skuad 2025-2026
BACA JUGA:Arah Baru Kemitraan Indonesia–Rusia
Trump menyebut serangan tersebut sebagai keberhasilan spektakuler, tetapi belum ada konfirmasi independen mengenai dampaknya.