Dana Desa Bengkulu Baru Tersalurkan 35 Persen, Mukomuko Ngebut, Lebong Mandek Total

Pengawasan Penggunaan Dana Desa--

RADAR BENGKULU – Hingga akhir April 2025, penyaluran Dana Desa di Provinsi Bengkulu masih jauh dari harapan. Dari total pagu anggaran sebesar Rp 1,03 triliun, baru sekitar Rp 371,57 miliar yang tersalurkan ke desa-desa. Angka ini baru menyentuh 35,84 persen dari total dana yang digelontorkan pemerintah pusat.

Informasi tersebut diungkapkan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bengkulu, Mohamad Irfan Surya Wardana, dalam paparan rutin bertajuk "APBN Kita" edisi 30 April 2025.

“Capaian ini menjadi gambaran bagaimana pemerintah daerah berupaya mengakselerasi pembangunan desa. Namun, masih banyak pekerjaan rumah agar dana ini benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujar Irfan.

Dalam uraiannya, Irfan menyebut Kabupaten Mukomuko sebagai daerah dengan kinerja terbaik. Daerah di pesisir barat Sumatera itu telah menyalurkan Dana Desa mencapai 52,82 persen atau senilai Rp 59,57 miliar. Mukomuko bahkan unggul di dua kategori sekaligus: dana earmark dan non-earmark.

BACA JUGA:Indonesia Tetap Non-Blok di Tengah Ketegangan Geopolitik Luar Negeri

BACA JUGA:Berikan Support ke Warga, Dedy Hadiri Takziah Malam ke- 3

Berbanding terbalik, Kabupaten Lebong justru menjadi sorotan. Hingga kini, tak sepeser pun Dana Desa disalurkan. Penyebabnya bukan karena dana belum tersedia, melainkan karena regulasi di tingkat daerah belum selesai.

“Lebong belum bisa menyalurkan karena Peraturan Bupati soal pengelolaan Dana Desa belum juga diterbitkan. Ini tentu sangat disayangkan, Karena, masyarakat desa tidak bisa menikmati program-program yang sudah disiapkan,” tegas Irfan.

Dari total realisasi, Irfan merinci bahwa penyaluran Dana Desa jenis earmark—yang diperuntukkan bagi program prioritas nasional seperti penurunan stunting, BLT Desa, dan ketahanan pangan—telah mencapai Rp 256,06 miliar. Dana ini telah mengalir ke 1.061 desa dari total 1.341 desa di Bengkulu.

Sementara itu, untuk dana non-earmark, yang penggunaannya lebih fleksibel dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing desa, telah disalurkan sebesar Rp 115,51 miliar. Lagi-lagi, Mukomuko menempati posisi teratas dalam kategori ini dengan capaian Rp 27,68 miliar.

BACA JUGA:Wagub Mian Kunker ke SMAN 5 Bengkulu Utara, Tahun Ajaran Baru Sekolah diminta Buat Terobosan Dunia Pendidikan

BACA JUGA:Bupati Bengkulu Selatan Gelar Coffee Morning, Ini Tujuannya

Namun, Irfan menekankan bahwa secara keseluruhan masih ada 280 desa yang belum menerima pencairan sama sekali, dan sebagian besar tersebar di Lebong serta beberapa desa di daerah perbatasan kabupaten lainnya.

Ironisnya, lambatnya penyaluran Dana Desa di Bengkulu bukan disebabkan minimnya kas atau kendala teknis dari pemerintah pusat. Justru, hambatan utama datang dari rendahnya kesiapan regulasi di daerah, serta koordinasi antarinstansi yang belum optimal.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan