Rifai: RSUD HD Manna Harus Berbenah, Pelayanan Kepada Masyarakat Harus Diutamakan
Rifai: RSUD HD Manna Harus Berbenah--
RADAR BENGKULU, MANNA - Semenjak Wakil Bupati Bengkulu Selatan H.Rifai Tajuddin,S.Sos melakukan inspeksi mendadak ke Rumah Sakit Umum Daerah(RSUD) Hasanuddin Damrah Manna terungkap ada beberapa pasien yang belum bisa ditangani dengan baik.
Bahkan,hal itu juga diperkuat salah satu keluarga pasien yang kesulitan untuk melakukan pengobatan. Bahkan untuk berobat saja harus ke Kota Bengkulu, hal ini tentunya menyulitkan pihak keluarga yang setiap dua Minggu harus datang ke rumah sakit yang ada di kota untuk melakukan pengobatan cuci darah.
Yang mana seharusnya,sekelas RSUD Hasanuddin Damrah Manna bisa memberikan pelayanan tersebut, diduga RSUD Hasanuddin Damrah Manna sudah menunggak pembayaran alat Bahan Medis Habis Pakai(BMHK) yang mana alat tersebut saat dibutuhkan oleh pasien,seperti cuci darah dan sebaginya tidak terpenuhi,dari kejadian itu tentu membahayakan pasien yang membutuhkan pelayanan cepat.
Untung saja pada waktu kejadian Wakil Bupati Bengkulu Selatan Rifai Tajuddin saat melakukan kunjungan pada . Jumat (14/03) yang lalu sudah melakukan langkah yang sangat bagus,dengan langsung menghubungi distributor secara langsung,selain itu meminta bantuan kepada Gubernur Bengkulu untuk meminta bantuan penyediaan BMHP, kalau menunggu dari distributor terlalu lama karena BMHP dikirim dari luar daerah tentu membutuhkan waktu.
BACA JUGA:Ini Janji Seorang Rifai Tajuddin kepada Generasi Bengkulu Selatan, Pemuda Harus Kembali ke Desa
BACA JUGA:Distan Bengkulu Selatan Siap Dukung 7 Desa Menjadi Desa Agrowisata
Artinya dalam pengelolaan BMHP yang baik sangat penting dalam pelayanan kesehatan, termasuk pemilihan, perencanaan kebutuhan, pengadaan, penyimpanan, pendistribusian, pemusnahan, dan pengendalian.BMHP harus selalu tersedia di rumah sakit,karena alat itu sangat dibutuhkan.
Alat kesehatan BMHP yang sudah digunakan dan tidak dapat digunakan lagi. Definisi BMHP adalah alat kesehatan yang hanya dapat digunakan sekali pakai jenis produk BMHP yakni Masker, Jarum suntik, Alat penampung urine (Urine bag), Sarung tangan medis (handscoon), Selang oksigen, Oxygen mask, Benang Operasi, Blood transfusi set.
Untuk mengatasi hal itu,Wakil Bupati Bengkulu Selatan sudah menghubungi pihak rekanan yang sudah menjadi rekanan dengan pihak RSUD HD Manna, namun pihak rekanan yang posisinya di Surabaya tidak ingin mengirimkan barang apabila tidak di bayar tunai ke rekening perusahaan.
Dengan adanya kondisi tersebut Rifai Tajuddin lansung meminta barang dikirim saat itu juga dan untuk pembayaran lansung di bayar tunai.Entah dapat dari mana yang jelas sudah ditanggulangi oleh Rifai saat itu,bahkan hal itu sudah dijelaskan kepada rekanan yang menyediakan BMHP.Sekitar pukul 15.30 pada jumyat(14/03) yang lalu alat BMHP sudah sampai ke RSUD HD Manna dan semoga pasien bisa mendapatkan pelayanan maksimal.
Dari kejadian itu,kalau hal itu memang benar terjadi di RSUD Hasanuddin Damrah Manna menurut Ketua Pemuda Muhammad Bengkulu Selatan Apdian Utama,SE sudah seharusnya pengelolaan keuangan di RSUD Hasanuddin Damrah Manna harus berbenah,jangan sampai hal seperti itu terulang kembali,karena yang berobat pasti ingin sembuh dengan pelayanan yang maksimal.
BACA JUGA:Dari Awal Sampai Akhir, Kodim 0408 BS Terus Menjaga Ketahanan Pangan
BACA JUGA:Ini Langkah yang Dilakukan Mencegah Serta Mendeteksi Konflik Keagamaan
"Kalau pelayanan yang diharapkan masyarakat seperti cuci darah saja tidak bisa dilayani oleh pihak RSUD Hasanuddin Damrah Manna dan benar adanya dari keluhan yang disampaikan oleh masyarakat kita sangat menyayangkan hal itu terjadi.Kalau penyakit terkait cuci darah itu artinya kesehatan masyarakat sudah cukup terganggu artinya hal ini harus menjadi prioritas ramah sakit,"ungkap Apdian saat ditemui di Lapangan Merdeka Manna Selasa(18/03).