“Kami ingin memastikan tidak ada anak yang belajar dalam keadaan lapar, baik di kota maupun di pelosok desa.”
BACA JUGA:Pemprov dan BI Bengkulu Perkuat Sinergi Tekan Inflasi: Jaga Harga, Lindungi Daya Beli Rakyat
Ia juga menjelaskan bahwa MBG memiliki empat standar pelaksanaan utama: kecukupan kalori, komposisi gizi seimbang, higienitas, dan keamanan pangan.
Sasaran program ini cukup luas, mencakup anak usia sekolah dari PAUD hingga SMA, santri di pesantren, anak berkebutuhan khusus, hingga kelompok non-peserta didik seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Dikaktakan juga, Program Makan Bergizi Gratis sejatinya tidak hanya berkaitan dengan kesehatan. Di balik piring makan yang tersaji untuk anak-anak, tersimpan misi besar membangun sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Melalui program ini, pemerintah berharap dapat menurunkan angka stunting secara signifikan, meningkatkan produktivitas masyarakat desa, dan memperkuat ekonomi lokal.
Sinergi lintas sektor menjadi kunci. Pemerintah daerah bertanggung jawab memastikan distribusi dan pelaksanaan berjalan efektif. Sekolah menjadi titik utama edukasi gizi, sementara masyarakat dan pelaku UMKM lokal menjadi motor penggerak ekonomi pendukungnya.
“Ini bukan hanya soal makanan gratis, tapi tentang investasi jangka panjang untuk masa depan anak-anak kita,” kata Eko Kurnia Ningsih di akhir acara.