Aamiiin KAI

Jumat 30 May 2025 - 20:25 WIB
Reporter : tim redaksi
Editor : Azmaliar

Bagi mereka Jumat kemarin itu merupakan pengalaman pertama salat Jumat di Tiongkok. Salah satu dari mereka mengenakan baju batik dan kain sarung. "Biar mereka tahu inilah budaya Indonesia," katanya.

"Kok pakai sarung?”

"Saya NU," jawabnya.

Khutbah Jumat di masjid tadi pendek sekali: hanya lima menit. Pembukaannya pakai bahasa Arab. Pengucapannya jelas dan fasih. Lalu pakai bahasa Mandarin. Setelah jeda duduk pengkhotbah melanjutkannya dengan doa dalam bahasa Arab.

Selesai. Lima menit tepat. Seperti tepatnya jadwal KRL.

Saya sudah tiba di masjid itu satu jam sebelumnya. Masih sepi. Dua orang Tionghoa duduk di kursi taman. Saya coba ajak ngobrol dalam bahasa Mandarin.

"Saya dari Indonesia. Anda dari daerah mana?”

"Saya dari Qinghai," jawabnya. "Qinghai itu jauh sekali. Di bagian barat Tiongkok", katanya.

"Saya tahu. Saya sudah beberapa kali ke Qinghai. Banyak sekali masjid di sana," kata saya.

Ia tampak heran mendengar saya pernah ke Qinghai.

"Kalau Anda dari mana?” tanya saya kepada yang satunya.

"Saya dari Xining," jawabnya.

"Oh... Jauh juga. Saya pernah ke Xining. Di Xining juga banyak sekali masjid," kata saya.

"Ke Xining untuk wisata?" tanyanya.

"Tidak. Saya ke Xining untuk ke  gurun Ghobi. Saya ingin tahu pembangkit listrik tenaga angin yang sangat banyak dipasang di gurun Ghobi," jawab saya.

Lalu berdatanganlah anak-anak muda mirip wajah Asia Tengah. Saya pun menyapa mereka. Satu bernama Ahmadullo dari Tajikistan. Satunya bernama Alibek dari Kazakstan. Satu lagi Abdullah Khan dari Afghanistan.

Kategori :

Terkait

Selasa 20 Jan 2026 - 21:07 WIB

Point 100

Sabtu 10 Jan 2026 - 20:34 WIB

Carter 747

Rabu 07 Jan 2026 - 19:05 WIB

Timtim Maduro

Selasa 06 Jan 2026 - 23:21 WIB

Gagal Sukses

Senin 05 Jan 2026 - 19:57 WIB

Jane Moses