Rasional Khalwat

Jumat 19 Jan 2024 - 21:19 WIB
Reporter : tim redaksi
Editor : lay

 

MATI satu belum tumbuh yang baru. Yang akan meninggal itu sendiri terlihat sangat gelisah: "siapa yang akan meneruskan semua ini kalau saya meninggal dunia".

Candangpinggan Ia adalah kiai besar. Sastrawan. Lulusan Mesir, Tunisia, Libya dan London. Anda sudah tahu: beliau adalah Buya Syakur. Dari Indramayu.

Anak pertamanya baru lulus fakultas kedokteran. Masih koas. Anak satunya lagi masih di madrasah aliyah –setingkat SMA di Tasikmalaya.

Buya memang menikah lagi belakangan. Istrinya yang sekarang, kini berusia 55 tahun. 

Buya Syakur dikenal luas karena pemikirannya yang rasional. Banyak sekali pendapatnya yang kontroversial. 

Seandainya tidak ada YouTube, Buya Syakur hanya akan dikenal oleh kalangan terbatas. Padahal ia diakui sebagai kiai hebat pun oleh tokoh sekelas Gus Dur.

"Di Indonesia hanya ada tiga orang yang bisa disebut cendekiawan muslim," ujar Gus Dur suatu saat.

BACA JUGA:Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Sujono Bagikan Ribuan Pakan Ternak di Arga Makmur

BACA JUGA:Forch Cafe, Tempat Nongkrong Kalangan Mahasiswa, Harga Terjangkau Omzet Jutaan!

BACA JUGA:Harga Bahan Pokok Naik, Pengusaha Kerupuk di Bengkulu Kebingungan

Mereka itu adalah Nurcholish Madjid, Quraish Shihab, dan Buya Syakur. Tentu harusnya ada empat: Gus Dur sendiri yang nomor satu.

Dengan YouTube kini nama Buya Syakur sering viral. Yang bukan orang Islam pun sering mengikuti videonya. Ia memang seorang prulalis. '

"Jangan mimpi akan ada persatuan pun dalam Islam sendiri. Terimalah perbedaan," katanya di salah satu videonya.

Buya menyebut ahli sunnah pernah membunuh 10.000 orang Islam dari golongan Mu'tazilah. Gara-garanya Mu'tazilah berpendapat Tuhan tidak intervensi dalam perjalanan nasib manusia.

Kategori :

Terkait

Selasa 20 Jan 2026 - 21:07 WIB

Point 100

Sabtu 10 Jan 2026 - 20:34 WIB

Carter 747

Rabu 07 Jan 2026 - 19:05 WIB

Timtim Maduro

Selasa 06 Jan 2026 - 23:21 WIB

Gagal Sukses

Senin 05 Jan 2026 - 19:57 WIB

Jane Moses