Daging Mentah

Minggu 09 Mar 2025 - 21:44 WIB
Reporter : tim redaksi
Editor : Azmaliar

"Ular?”

"Kadang-kadang".

Ini wilayah yang berbeda di Ethiopia. Ada sumber air di tengah hutan itu. Banyak. 40 sumber (Arba Minch). Airnya jernih sekali. Saya minum dari parit di situ. Pakai daun yang mirip daun talas. Airnya tidak bisa menempel di daun.

Lapar.

Saya tidak mau diajak lihat peternakan buaya. Bukan karena saya sendiri buaya, tapi sudah pernah melihatnya di Tarakan, Kaltara. Juga sudah melihat yang lebih besar di Darwin, Australia Utara.

Kami pun keluar dari hutan. Ke kota. Cari restoran paling terkenal di situ.

Jalan dari hutan ke kota masih berdebu. Kanan kirinya lagi digali. Bangun parit. Juga trotoar.

Di resto itu saya melihat banyak wanita berkerudung putih. Juga berbayu seperti abaya sewarna.

"Kenapa banyak wanita pakai jilbab?"

"Ini kan hari Minggu. Mereka baru pulang dari gereja," ujar teman di Arba Minch yang menemani saya.

Begitulah di Ethiopia. Wanita Kristennya juga berkerudung dan berabaya. Khususnya kalau ke gereja. Lalu saya perhatikan lehernya: ada kalung salib. Kerudung, abaya, salib. Jadi pandangan paradok bagi saya yang dari Indonesia.

Salah satu wanita itu ternyata kenal baik dengan teman saya. Ketika kami datang ke mejanya, dia dan keluarganya sedang makan. Si wanita menyuapkan makanan ke mulut teman. Dengan tangannya. Lalu menyuapkan makanan serupa ke mulut saya. Itulah tanda keakraban berteman.

Saya kunyah pelan-pelan makanan itu: ingin tahu rasanya. Juga ingin tahu itu makanan apa. Ooohhhh... rasa daging mentah. Inilah yang dimaksud Bu Al.

Daging mentahnya tidak terlihat. Dibungkus dengan cuilan ”tortila”  Ethiopia. ”Tortila”-nya digulung. Bukan dibiarkan dalam bentuk lembaran.

”Tortila” Afrika itu bukan dibuat dari tepung gandum. Itu terbuat dari tepung eff. Yakni tanaman seperti untaian padi. Hanya gabahnya sangat kecil. Besaran berasnya sekecil menir. Eff sendiri artinya ”hilang”. Saking kecilnya. Saat panen bijinya gampang hilang.

Kami pun meninggalkan meja wanita itu. Meja kami sedang dipersiapkan. Restorannya penuh padat. Kami harus  menunggu sesaat.

Kategori :

Terkait

Sabtu 10 Jan 2026 - 20:34 WIB

Carter 747

Rabu 07 Jan 2026 - 19:05 WIB

Timtim Maduro

Selasa 06 Jan 2026 - 23:21 WIB

Gagal Sukses

Senin 05 Jan 2026 - 19:57 WIB

Jane Moses

Sabtu 03 Jan 2026 - 20:27 WIB

Jalur Kekeluargaan