Al Diplomat

Sabtu 01 Mar 2025 - 22:55 WIB
Reporter : tim redaksi
Editor : Azmaliar

Seusai tugas Al pulang dulu ke Payakumbuh. Ia dapati ibunya sakit. Sang ibu jatuh sakit sejak Al pergi. Kedatangannya dipakai Al untuk minta maaf. Dan ibunya langsung sembuh. Sang ibu sempat melihat bahwa Al kelak jadi diplomat. Bahkan jadi duta besar.

Dua hari kemudian empat wanita datang ke kedutaan. Mereka para relawan sosial Katolik asal Indonesia. Ada yang asal Ruteng, Atambua, Lampung, dan Kupang. Mereka datang dari jarak 600 km dari Addis Ababa: khusus untuk mengucapkan selamat jalan ke Al. Dubes Al memang pernah ke gereja mereka. Tidur di kompleks gereja.

Katolik sangat minoritas di Ethiopia. Dari 800 siswa di sekolah Katolik di daerah itu hanya 13 yang Katolik. Selebihnya Kristen, Ortodok, dan Islam.

Empat wanita itu sudah lebih 10 tahun di pedalaman Ethiopia. Mereka bukan misionaris. Mereka pekerja sosial: mengurus pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan perempuan.

Di jari kelingking mereka tersemat cincin khusus. Ada tulisan bahasa Latin di cincin itu. Artinya ''pengantin surga''. Mereka yang bercincin seperti itu sudah bertekad untuk tidak menikah seumur hidup. Menikahnya di surga kelak.

Mereka minta maaf tidak bisa datang di acara perpisahan Sabtu sebelumnya. Al balik minta maaf telah membuat mereka datang dari jauh.

Sepanjang acara makan siang Sabtu lalu itu sendiri Al tidak pernah duduk di kursinya: di sebelah saya. Ia datangi tiap meja. Ia ajak ngobrol tamu-tamunya. Respeknya sama: untuk yang di meja depan maupun belakang.

Ketika ada tamu yang sudah selesai makan –dan piringnya sudah dibersihkan dari meja– Al bercanda dengan sang tamu: kenapa belum juga makan, apakah Anda memecahkan piringnya –sambil tangannya menyibak taplak meja untuk melihat apakah ada pecahan piring di bawah meja.

Bahkan sampai acara makan selesai ia tidak sempat makan. Al ganteng. Necis. Suka bercanda. Tampilannya flamboyan. Hobinya menulis dan main musik. Ia seorang drummer di grup bandnya dulu.

Percaya dirinya tinggi.

Ia tipe duta besar yang diplomat.

Memangnya ada duta besar yang bukan diplomat? (Dahlan Iskan)

Kategori :

Terkait

Selasa 20 Jan 2026 - 21:07 WIB

Point 100

Sabtu 10 Jan 2026 - 20:34 WIB

Carter 747

Rabu 07 Jan 2026 - 19:05 WIB

Timtim Maduro

Selasa 06 Jan 2026 - 23:21 WIB

Gagal Sukses

Senin 05 Jan 2026 - 19:57 WIB

Jane Moses

Terpopuler

Kamis 22 Jan 2026 - 19:41 WIB

Resep Sate Ayam Marangi yang Empuk

Kamis 22 Jan 2026 - 19:43 WIB

HWW

Kamis 22 Jan 2026 - 19:31 WIB

32 Ribu Pegawai SPPG Bakal Jadi PPPK